Pages

PUISI TAUFIQ ISMAIL 4

Sebuah Jaket Berlumur Darah

Oleh : Taufiq Ismail

Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah berbagi duka yang agung
Dalam kepedihan berahun-tahun
Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan mundurkah kita sekarang
Seraya mengucapkan ‘Selamat tinggal perjuangan’
Berikrar setia kepada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?
Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
Kami semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang
Pesan itu telah sampai kemana-mana
Melalui kendaraan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata
LANJUTKAN PERJUANGAN
1966
»»  READMORE...

DUNIA DAN AKHIRAT

WARNING!
Tulisan saya kali ini panjang (sekali) dan berbeda dengan tulisan-tulisan sebelumnya (dari segi bahasa). Di dalamnya terdapat beberapa kata yang (mungkin) teramat (sangat) menohok hati beberapa pembaca. Jadi jika memang langsung ilfeel begitu saya tag di note ini, langsung memutuskan tidak membaca pun tidak masalah bagi saya. Justru saya anjurkan jangan membaca jika tidak ingin ada konflik dengan hati sendiri dan (terutama) saya.

"Dunia adalah fana, akhirat adalah selamanya". Apa yang kalian pikirkan ketika membaca, mendengar, atau menemukan tulisan itu? Jenuh? Bosan? Sudah lebih dari sekedar kata bosan (barangkali) orang di masa kini mendengar kata itu. Bahkan kalimat itu sudah setara dengan kalimat "kita bernapas menghirup udara". Biasa kan? Umum kan? Memang! Hingga jangan heran, kalimat itu dipendam jauh-jauh orang sekarang. Heran sungguh heran. Kalimat "dunia adalah fana, akhirat adalah selamanya" sebenarnya mengandung makna yang amat luar biasa pentingnya bagi kita. Tapi, kenapa? Bisa-bisanya kata-kata "kamu kamseupay iuuuhhh" lihai benar diucap anak muda sekarang! Apa coba artinya? Nol! Zero! Nggak ada! Geli sendiri telingaku mendengarnya! *jujur*
Coba sekarang wahai saudaraku yang (berani) membaca tulisan ini, use all of your senses well dengan memegang terus kalimat "dunia adalah fana bla bla bla" di atas. Dunia adalah fana. Kita sekarang hidup di dunia. Ya, itu faktanya sekarang! Aktivitas kita pun rutin dilakukan. Bangun dari tidur (melek, ngucek mata, ngolet, angop, dll dsb dkk), wudhu, shalat (bagi yang sadar itu kewajiban), mandi, sarapan, sekolah, bekerja, bermain, mengerjakan tugas, main PS, main game, main bola, nonton film, bersih-bersih kamar, nyuci, ngepel, bahkan termasuk menyucikan hidung atau ngureki upil (basa jawane), pipis, e-ek, dsb dll dkk *oi! Fakta fakta! -o-*. Selain itu apa saja yang kita alami di dunia? Bahagia? Benar! Bercanda ria dengan teman atau keluarga, tertawa oleh lelucon guru, dapat uang banyak, dapat pujian, dapat beasiswa sekolah gratis sampai lulus, dapat ranking satu di kelas, memenangkan OOSN, OSN, FLSSN, OPSI, LKTI, ISPO wusshh... Dahsyat! Bahagia sekali! Bahkan setelah sekian detik mengurek-urek hidung, dan ketika akhirnya apa yang dicari didapatkan, itu adalah suatu kepuasan tersendiri, kawan! Meski endingnya 'itu' dibuang! Hei, iyakan?! Silakan anda bilang saya jorok! Tapi ini fakta teman! Ingat tadi saya sudah kasih warning di atas! Siapa suruh nekat baca! Lagi pula tadi saya bilang "use all of your senses well". Protes? Silakan... Tp anda akan menyesal jk menghentikan membaca *meksa*
Apa lagi? Sedih? Marah? Of course it must be there! Galau ditinggal pacar, galau dapat nilai buruk, galau ranking merosot dari puncak ke kaki gunung, susah having no money, gelisah teman belum mengembalikan novel pinjaman, marah adek mengobrak-abrik kamar, kesal diganggu kakak, duh biyung... Bawaannya susyaaahhh banget kalau gitu!
Tapi, itulah hidup di dunia, wahai saudaraku yang (sekali lagi-berani) membaca tulisanku! Suka duka semuanya ada. Sekarang susah 5 menit kemudian senang, eh 5 menit lagi sedih, 5 menit lagi sumringahnya diambang batas! Well, it's life! Like a sicluss of happyness and sadness :)
Tapi, ingat! Kalimat tadi belum selesai. Ada "akhirat adalah selamanya". So, it means, ada kehidupan yang lebih abadi dari dunia. Makanya mbak2 dan mas2 yg skrg sedang berbunga2 lantaran pasangannya mengatakan "My love is eternal for you, baby!". gubrak! Toeng! Aja gelem diapusi, mbak mas! Kenyataane kiamat ki ana! Kiamat ki nyata! Rasah mumpluk2 ngomong "i love u forever darling, cintaku abadi untukmu yank, dsb dll dkk". Basi! Ibarat jangan wis sayup! Ibarat buah wis bosok! Ibarat sirup wis expired!
Baiklah, mari merenung. Hidup: lahir, bayi, anak, remaja, dewasa, tua, mati. Mati: kuburan. Jangan harap ya kawan, di kuburan nanti kita tetap bisa berjoget "sik asik sik asik kenal dirimu". Ngimpi! Hanya ada satu saja yang akan menemanimu dengan fasilitas melebihi VVIP (itupun kalo di dunia sudah mempersiapkan). Yaitu, amalan baikmu! Hanya itu kawan! Rasah bengak-bengok njaluk sik liya! Apa meneh meksa Gusti Allah ben dikancani Ayu Ting Ting. Aeng!
Lalu? Bagaimana jika seseorang memiliki tabungan amal buruk? Yah, mau tak mau harus mau DISIKSA! Sudah di tetapkan oleh Allah bahwa :
"Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka). Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong." (Al Ahzab: 64-65)
Lalu, bagaimana menabung amalan baik? Dari dunia tentunya! Itulah mengapa Allah berikan kesempurnaan dalam setiap penciptaan-Nya. Allah berikan kita fasilitas yang amat sangat memadai. For what? Untuk memudahkan kita menabung amalan baik tentunya! Gratis, mak! Ra mbayar! Bahkan fasilitas dari Allah jauh pangkat semilyar nikmatnya jika dibandingkan dengan hotel bintang sejuta sekalipun. Subhanallah...
Well, lalu untuk apa amalan baik itu selain menemani kita di alam kubur, Mak? Anakku... *kumat* saya yakin 1000% ktk setiap org ditanya "Besuk pilih masuk surga atau neraka?" PASTI semua jawab SURGA! Nah, syarat masuk syurga Allah hanya satu! Timbangan amal baikmu lebih berat dari timbangan amal burukmu! Yang lain? No, no, no... Selain petugas dilarang masuk! *nek ning mall gitu*
Di syurga kita ngapain, Mak? *mak?* Allah memberikan bocoran pada kita tentang isi syurga, Nak! *nak?*
"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: 'inilah yang pernah diberikan kepada kami dulu." Mereka diberi buah2an yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri2 yang suci dan mereka kekal di dalamnya." (Al Baqarah: 25)
Apa mo dikata! Syurga emang subhanallah dahsyat, Men! Bahkan bagi para pemuda-pemuda sholeh, di sana ada banyak bidadari2 cantik nan suci, seperti yang dijelaskan oleh Allah berikut:
"Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik," (Al Waaqi'ah: 22-23)
Kita bebas mau ngapain. Pokoknya have fun deh, di syurga! ^^ abadi lagi! Selamanya! Amboi... Itu baru kehidupan sejati namanya.
Jadi, saudaraku. Di zaman sekarang ini, tak jarang pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini patut untuk di renungkan.
Kenapa banyak yang begitu mengagungkan dunia?
Kenapa begitu banyak manusia yang begitu rela berkorban demi kebahagiaan dunia yang fana?
Kenapa begitu banyak manusia yang lepas dari keyakinannya kepada Allah?
Kenapa banyak wanita yang berani melepas jilbab yang membalut tubuh mereka padahal jelas sekali bahwa perintah menutup menutup aurat bagi wanita benar-benar perintah dari Allah yang harus ditaati manusia?
Kenapa banyak lelaki yang memilih nongkrong daripada berkunjung ke rumah Allah?
Oke! Fine! Itu hak asasi! Tapi, apa hak asasi tidak mengenal etika dan agama? Apa hak asasi itu "telanjang" begitu saja? Lalu untuk apa agama yang dianut? Sebagai tambahan mengisi formulir pendaftaran sekolah atau bekerja? Hanya sebagai wangun-wangun saja? *istighfar*
Kenapa begitu banyak manusia yang berpaling dari Allah demi sebuah kebahagiaan dunia yang bagai dunia maya?
Kenapa begitu banyak manusia yang tak henti-hentinya mengutuk takdir hidupnya?
Kenapa begitu banyak manusia yang RELA meninggalkan ALLAH demi FANANYA DUNIA???
KENAPA???
Padahal Allah telah menjanjikan kehidupan yang jauh, jauh dan jauh lebih indah daripada dunia bagi hamba-hamba-Nya yang patuh pada-Nya. Padahal surga Allah tak ada bandingannya dengan dunia. Padahal cinta Allah kekal, abadi, suci dan tak pernah ternodai.
Saudaraku, mari kita selalu istiqomah dijalan Allah. Dengan meneruskan kembali perjuangan Rasulullah SAW. Dengan menaati segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan selalu melakukan segala sesuatu atas dasar cinta kepada Allah, atas dasar ibadah kepada Allah. Bentengi diri kita dengan tameng iman dari segala macam godaan luar yang menyesatkan. Jangan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang dapat membuat kita lupa pada-Nya. Jangan pernah berpaling dari-Nya.
Semoga Allah selalu menuntun kita melangkah di jalan-Nya dan melindungi kita dari godaan syetan. Keep istiqomah :)
Tanjung Permai, 18-19 Mei 2012, 00:27
»»  READMORE...

PUISI TAUFIQ ISMAIL 3

DENGAN PUISI AKU
Taufiq ismail

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya
»»  READMORE...

PUISI TAUFIQ ISMAIL 2

KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU TAUFIQ ISMAIL

kepada Kang Ilen
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bolayang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Paris, 1971


»»  READMORE...

PUISI TAUFIQ ISMAIL

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
Karya : Taufiq Ismail

I
Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini
II
Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.
III
Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,
Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.
IV
Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.
»»  READMORE...

HIKMAH SELALU INDAH

Hidup adalah petualangan. Dan selama ruh masih mengisi, menggerakkan, dan mengatur raga kita, maka kita adalah seorang petualang. Sebuah petualangan tidak pernah selalu mudah. Selalu ada halang-rintang yang menguji seberapa kuat seorang petualang kehidupan bergelut dengan problema kehidupan. Seberapa tangguh mereka, seberapa tegar hati mereka dan seberapa kuat mental mereka. Jangan mengaku sebagai petualang kehidupan jika seseorang tidak terima dengan segala macam ujian yang menerpanya. Faktanya, kehidupan di dunia yang fana ini memang penuh dengan problema. Itulah kenapa banyak yang menyebut bahwa hidup adalah petualangan. Sebuah petualangan seperti yang dilakukan para pecinta alam. Menerobos hutan, bertemu binatang buas, kehabisan bekal, kelaparan, sakit, terjatuh, tersuruk, tapi karena mereka terus berusaha akhirnya mereka meraih tujuan mereka.
Allah telah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 155 :
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Saudaraku, selama kaki kita masih menapak tanah bumi ini, selama mata kita masih mampu melihat eloknya formasi bintang di langit, selama hidung kita masih mampu menikmati aliran segar udara yang merasuk membawa kenikmatan, selama tangan kita masih mampu merasakan betapa dinginnya air yang mengalir di sela-sela jemari, maka Allah tidak akan pernah berhenti memberikan kita cobaan dan ujian. Karena dari cobaan itulah kita dituntut oleh Allah untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Dari cobaan yang Allah turunkan pada kita, maka itulah salah satu tanda dari berjuta-juta tanda Allah cinta dan perhatian pada kita. Bagaimana bisa?
Saudaraku, ada sebuah cerita tentang perjuangan seorang siswa meraih mimpinya. Dia adalah seorang siswa SMA yang memiliki mimpi besar untuk menjadi seorang pemenang dalam sebuah perlombaan bergengsi. Setiap harinya ia berusaha, berkorban dan berdoa supaya Allah mewujudkan harapannya. Namun, pada akhirnya siswa tersebut gagal meraih apa yang diinginkannya. Tapi, apakah dia berhenti begitu saja? Pasrah dan berdiam diri menerima hasil pahit yang didapatkannya? Tidak! Dia mencoba bangkit. Dari kegagalan itulah dia mengambil banyak pelajaran dan hikmah. Dia jadi tahu dimana kekurangannya, dan mana yang harus diperbaiki. Dia mengambil banyak pelajaran yang merupakan salah satu kunci meraih kebahagiaan dunia dan akhirat untuk langkahnya selanjutnya. Kemudian dia terus berusaha, berusaha dan berusaha lagi hingga akhirnya Allah memberikan mimpi itu padanya. Subhanallah…
Allah berfirman dalam surah Ar-Ra'd ayat 11 :
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Tidak banyak orang yang mampu mengambil hikmah dari sebuah musibah yang dialaminya. Sekarang ini, masih banyak ditemukan orang yang memaki, mengutuk dan menghujat nasibnya ketika ia mengalami musibah. Menyalahkan nasib sama saja menyalahkan Allah. Padahal, hikmah selalu indah. Bahkan lebih indah dari sebuah kemenangan, kenangan, dan pengalaman. Jadi, sungguh tidaklah bijak jika seorang muslim mengutuk nasib mereka. Justru seharusnya, ketika cobaan itu menimpa, seorang muslim harus bersikap lebih bijak dengan mengambil hikmah atau pelajaran dibalik cobaan yang dialami. Selain itu, percaya dan yakin kepada Allah, bahwa jalan kebahagiaan tidak hanya ada satu jalan. Ingat, saudaraku! Allah Maha Pemurah. Dia sediakan banyak jalan kebahagiaan untuk kita.
Marilah saudaraku, kita menjadi hamba Allah yang bijak menghadapi segala macam problema kehidupan. Marilah kita menjadi pejuang dan pelajar kehidupan yang baik. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan perlindungannya kepada kita semua. Amin.

sebenarnya bacaan di atas adalah tugas sekolahku. Guru agamaku memberi tugas untuk membuat naskah dakwah. Nah, daripada materi di atas cuma dibaca guru agamaku saja, mending ku post di blog. insyaallah... peluang yang baca lebih banyak :D
semoga bermanfaat :)
»»  READMORE...

LIRIK FORGIVE ME - MAHER ZAIN (2012)



I'm about to lose the battle and cross the line
I'm about to make another mistake
And even though I try to stay away
Everything around me keeps dragging me in
I can't help thinking to myself
What if my time would end today, today, today?
Can I guarantee that I will get another chance
Before it's too late, too late, too late

Forgive me… My heart is so full of regret
Forgive me… Now is the right time for me to repent, repent, repent..

Am I out of my mind?
What did I do? Oh, I feel so bad!
And every time I try to start all over again
My shame comes back to haunt me
I'm trying hard to walk away
But temptation is surrounding me, surrounding me
I wish that I could find the strength to change my life
Before it's too late, too late, too late

Forgive me… My heart is so full of regret
Forgive me… Now is the right time for me to repent, repent, repent..

I know O Allah You're the Most-Forgiving
And that You've promised to
Always be there when I call upon You
So now I'm standing here
Ashamed of all the mistakes I've committed
Please don't turn me away
And hear my prayer when I ask You to

Forgive me… My heart is so full of regret
Forgive me… Now is the right time for me to repent, repent, repent..
»»  READMORE...